![]() |
| Foto: Rebahan sambil scroll hp untuk kesehatan |
Newsartstory.com — Di generasi yang sekarang ini banyak sekali kaum rebahan sambil scroll hp. Terutama generasi Z yang sering banget melakukan ini. Tanpa sadar mereka disebut sebagai Bed Rotting di tahun ini. Lantas apa itu Bed Rotting?
Apa Itu Bed Rotting?
“Bed rotting” adalah istilah viral yang menggambarkan kebiasaan rebahan terlalu lama di tempat tidur sambil bermain HP, scrolling media sosial, atau menonton konten tanpa henti. Aktivitas ini sering dilakukan saat seseorang merasa lelah, stres, atau ingin beristirahat dari tekanan sehari-hari.Banyak orang menganggap bed rotting sebagai bentuk self-care sederhana, karena terasa mudah dan memberikan kenyamanan instan tanpa perlu usaha besar.
Kenapa Bed Rotting Jadi Tren?
Fenomena ini semakin populer, terutama di kalangan generasi muda. Ada beberapa faktor yang mendorong tren ini, seperti meningkatnya tekanan hidup, kemudahan akses hiburan digital, hingga budaya kerja yang memicu kelelahan mental (burnout).Selain itu, media sosial juga memperkuat kebiasaan ini karena menawarkan konten tanpa batas yang membuat seseorang terus scrolling tanpa sadar waktu.
Sisi Positif Bed Rotting
Tidak bisa dipungkiri, bed rotting juga memiliki sisi positif jika dilakukan dalam batas wajar. Aktivitas ini bisa membantu tubuh dan pikiran beristirahat setelah hari yang melelahkan.Beberapa manfaat yang mungkin dirasakan antara lain mengurangi stres sementara, memberi waktu untuk diri sendiri, serta menjadi bentuk self-reward setelah menyelesaikan pekerjaan atau aktivitas berat.
Namun, manfaat ini hanya berlaku jika dilakukan dengan kontrol dan durasi yang terbatas.
Dampak Negatif Jika Terlalu Sering
Masalah muncul ketika bed rotting berubah menjadi kebiasaan yang dilakukan terlalu sering. Dalam jangka panjang, hal ini bisa berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.Tubuh yang terlalu lama pasif akan kehilangan energi, sehingga justru membuat seseorang merasa semakin lelah. Di sisi lain, otak terus menerima paparan konten tanpa jeda, yang bisa memicu overthinking, kecemasan, hingga perasaan tidak produktif.
Selain itu, kebiasaan ini juga berpotensi mengganggu pola tidur dan menurunkan produktivitas harian karena terlalu banyak waktu terbuang tanpa aktivitas yang bermakna.
Bed Rotting vs Self-Care: Apa Bedanya?
Sekilas, bed rotting memang terlihat seperti self-care. Namun sebenarnya, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.Bed rotting cenderung dilakukan secara pasif dan tanpa perencanaan. Seseorang bisa menghabiskan waktu berjam-jam di tempat tidur tanpa benar-benar merasa segar setelahnya. Bahkan, tidak jarang muncul rasa bersalah karena merasa membuang waktu.
Sebaliknya, self-care yang sehat dilakukan dengan kesadaran dan tujuan yang jelas, yaitu untuk memulihkan energi tubuh dan pikiran. Aktivitasnya pun tidak selalu pasif, bisa berupa istirahat terjadwal, olahraga ringan, membaca, atau melakukan hobi yang menyenangkan.
Dengan kata lain, self-care membuat seseorang merasa lebih baik setelah melakukannya, sedangkan bed rotting yang berlebihan justru bisa memberi efek sebaliknya.
Tips Agar Tidak Terjebak Bed Rotting
Agar kebiasaan ini tidak berdampak buruk, kamu bisa mulai dengan mengatur batasan yang jelas. Misalnya, tentukan waktu khusus untuk beristirahat di tempat tidur, seperti 30 hingga 60 menit saja.Gunakan alarm sebagai pengingat agar tidak kebablasan.
Selain itu, cobalah mengganti kebiasaan scrolling tanpa tujuan dengan aktivitas yang tetap santai tetapi lebih bermanfaat, seperti membaca atau journaling.
Membangun rutinitas harian yang seimbang juga penting agar waktu istirahat tidak berubah menjadi kebiasaan yang berlebihan.
Jadi, Healing atau Merugikan?
Bed rotting bisa menjadi bentuk healing sesaat yang membantu meredakan stres. Namun, jika dilakukan terlalu sering dan tanpa kontrol, kebiasaan ini justru bisa berdampak negatif pada kesehatan mental, energi, dan produktivitas. Kuncinya ada pada keseimbangan. Istirahat memang penting, tetapi harus dilakukan dengan cara yang benar agar benar-benar memberikan manfaat.Kesimpulan
Di tengah gaya hidup serba cepat dan tekanan digital, bed rotting menjadi pilihan instan untuk beristirahat. Namun, penting untuk diingat bahwa istirahat yang sehat bukan hanya soal rebahan, melainkan bagaimana tubuh dan pikiran benar-benar pulih.Jadi, menurut kamu, bed rotting ini benar-benar healing atau justru kebiasaan yang tanpa disadari bisa merugikan? Apa kamu kaum rebahan sambil scroll-scroll hp?

0 Komentar