Banyak yang Keliru! Ini Cara Mengetahui Diabetes Tipe 1,5 (LADA)

diabetes tipe 1.5
Foto: Mengenal diabetes tipe 1.5 dalam medis

Newsartstory.com — Diabetes tipe 1,5, atau dikenal sebagai Latent Autoimmune Diabetes in Adults (LADA), merupakan jenis diabetes yang sering disalahartikan sebagai diabetes tipe 2.

Padahal, kondisi ini memiliki karakteristik autoimun seperti diabetes tipe 1, tetapi berkembang lebih lambat dan umumnya terjadi pada orang dewasa.

Karena gejalanya tidak langsung parah, diagnosis LADA sering terlambat. Oleh karena itu, penting untuk memahami tanda-tanda dan metode diagnosisnya sejak dini.

Apa Itu Diabetes Tipe 1,5 (LADA)?

Latent Autoimmune Diabetes in Adults (LADA) adalah kondisi di mana sistem imun menyerang sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Berbeda dengan diabetes tipe 1 yang berkembang cepat,
LADA berkembang secara bertahap.

Pada tahap awal, penderita LADA masih bisa memproduksi insulin dalam jumlah tertentu. Inilah yang membuat kondisi ini sering dianggap sebagai diabetes tipe 2.

Gejala Diabetes LADA

Gejala LADA mirip dengan jenis diabetes lainnya, namun berkembang lebih lambat. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
  1. Sering merasa haus dan lapar
  2. Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
  3. Mudah lelah
  4. Sering buang air kecil
  5. Penglihatan kabur
Karena gejalanya ringan di awal, banyak penderita tidak menyadari bahwa mereka mengalami kondisi ini.

Penyebab dan Faktor Risiko

LADA termasuk penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel tubuh sendiri, khususnya sel penghasil insulin di pankreas.

Faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami LADA antara lain:
  • Usia dewasa, biasanya di atas 30 tahun
  • Memiliki riwayat penyakit autoimun
  • Berat badan cenderung normal (tidak obesitas)
  • Riwayat keluarga dengan diabetes

Cara Diagnosis Diabetes Tipe 1,5 (LADA)

Diagnosis LADA tidak cukup hanya dengan pemeriksaan gula darah biasa. Diperlukan kombinasi beberapa tes untuk memastikan kondisi ini.

1. Tes Gula Darah

Meliputi pemeriksaan gula darah puasa dan HbA1c untuk melihat kadar gula dalam darah dalam jangka pendek dan panjang.

2. Tes Autoantibodi

Tes ini sangat penting untuk mendeteksi adanya reaksi autoimun. Pemeriksaan yang umum dilakukan adalah anti-GAD dan ICA. Hasil positif menunjukkan adanya kemungkinan LADA.

3. Tes C-Peptide

Tes ini digunakan untuk mengetahui seberapa banyak insulin yang masih diproduksi tubuh. Pada penderita LADA, kadar C-peptide biasanya menurun secara bertahap.

Perbedaan LADA dengan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

Diabetes LADA memiliki ciri khas yang membedakannya dari diabetes tipe 1 dan tipe 2. Jika dibandingkan dengan diabetes tipe 1, LADA berkembang jauh lebih lambat dan biasanya muncul pada usia dewasa, bukan pada anak-anak atau remaja.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan diabetes tipe 2, LADA melibatkan proses autoimun yang menyebabkan kerusakan sel penghasil insulin. Pada diabetes tipe 2, kondisi ini umumnya tidak terjadi karena lebih berkaitan dengan resistensi insulin.

Selain itu, penderita LADA biasanya akan membutuhkan terapi insulin lebih cepat dibandingkan penderita diabetes tipe 2, meskipun pada awalnya masih bisa dikontrol tanpa insulin.

Pentingnya Diagnosis Dini

Diagnosis yang tepat sangat penting karena penanganan LADA berbeda dengan diabetes tipe 2. Kesalahan diagnosis dapat menyebabkan terapi yang tidak optimal. Jika tidak ditangani dengan benar, kadar gula darah bisa sulit dikontrol dan meningkatkan risiko komplikasi.

Cara Mengelola Diabetes LADA

Setelah didiagnosis, pengelolaan LADA bertujuan untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah komplikasi.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
  1. Menggunakan insulin sesuai anjuran dokter
  2. Menjalani pola makan sehat rendah gula
  3. Rutin berolahraga
  4. Memantau kadar gula darah secara berkala

Kesimpulan

Diabetes tipe 1,5 (LADA) adalah kondisi yang sering tidak terdeteksi karena gejalanya mirip dengan diabetes tipe 2. Diagnosis yang akurat memerlukan tes khusus seperti autoantibodi dan C-peptide.

Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, penderita LADA tetap dapat menjalani hidup sehat dan menghindari komplikasi serius. Apa kamu mengalami ini? Pentingnya kesehatan sejak dini.



Lihat Selengkapnya
Google News

0 Komentar

Seedbacklink