Nyale, Tradisi Unik Lombok yang Sarat Makna Budaya

Nyale Lombok
Foto: Nyale dari Lombok yang tengah ramai diperbincangkan

Newsartstory.com — Sepintas bentuknya memang menyerupai cacing. Namun bagi masyarakat Lombok, nyale bukan sekadar hewan laut biasa.

Nyale adalah hidangan spesial sekaligus simbol budaya yang hanya bisa dinikmati satu kali dalam setahun, tepatnya saat Festival Bau Nyale yang biasanya berlangsung pada bulan Februari.

Dalam bahasa lokal, nyale merujuk pada hewan sejenis cacing laut yang muncul secara alami di pesisir pantai Lombok pada waktu-waktu tertentu.

Kemunculannya dipercaya berkaitan erat dengan siklus alam dan tradisi turun-temurun masyarakat Sasak.

Apa Itu Nyale?

Nyale merupakan sejenis cacing laut (polychaeta) yang hidup di perairan dangkal. Hewan ini akan naik ke permukaan dan berkumpul di pantai pada waktu tertentu, sehingga mudah ditangkap. Fenomena alam ini hanya terjadi sekali dalam setahun, menjadikannya momen yang sangat dinanti.

Bagi masyarakat Lombok, nyale bukan hanya bahan makanan, tetapi juga dipercaya membawa keberkahan dan kesuburan, khususnya bagi hasil pertanian.

Festival Bau Nyale, Perayaan Tahunan yang Ikonik

Kemunculan nyale dirayakan melalui Festival Bau Nyale, sebuah tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. “Bau” dalam bahasa Sasak berarti menangkap, sehingga Bau Nyale secara harfiah bermakna menangkap nyale.

Festival ini biasanya dipusatkan di pantai-pantai tertentu di Lombok dan dihadiri oleh masyarakat lokal hingga wisatawan. Selain menangkap nyale, festival juga dimeriahkan dengan berbagai acara budaya seperti pertunjukan seni, ritual adat, dan kegiatan pariwisata.

Nyale sebagai Hidangan Khas Lombok

Setelah ditangkap, nyale diolah menjadi berbagai hidangan tradisional. Mulai dari digoreng, dimasak pepes, hingga dicampur dengan bumbu khas Lombok yang kaya rempah.

Meski tampilannya unik dan bagi sebagian orang terlihat ekstrem, nyale dikenal memiliki rasa gurih serta kandungan protein yang tinggi.

Keunikan inilah yang membuat nyale menjadi daya tarik kuliner khas Lombok yang tidak bisa ditemukan setiap hari.

Lebih dari Sekadar Makanan

Bagi masyarakat setempat, nyale adalah simbol kearifan lokal, hubungan manusia dengan alam, serta warisan budaya yang terus dijaga.

Festival Bau Nyale bukan hanya tentang kuliner, tetapi juga tentang menjaga tradisi, kebersamaan, dan identitas budaya Lombok. Apa kalian tertarik untuk coba makanan "Nyale" ini?



Lihat Selengkapnya
Google News

0 Komentar

Seedbacklink