![]() |
| Foto: Sejarah medis langka yang terjadi pada perempuan |
Newsartstory.com — Sebuah peristiwa medis langka yang diperkirakan hanya terjadi satu dari sejuta kehamilan dilaporkan terjadi di Kota Mineiros, Brasil. Seorang wanita berusia 19 tahun melahirkan dua bayi laki-laki kembar yang ternyata secara biologis memiliki ayah yang berbeda.
Kasus unik ini terungkap setelah sang ibu melakukan tes DNA karena merasa ragu dengan kemiripan fisik kedua bayinya. Hasil tes menunjukkan fakta mengejutkan: kedua bayi tersebut memang tumbuh dalam satu rahim yang sama, namun secara genetik mereka memiliki ayah berbeda.Apa Itu Superfekundasi Heteropaternal?
Fenomena ini dikenal dalam dunia medis sebagai Superfekundasi Heteropaternal (Heteropaternal Superfecundation). Secara biologis, kondisi ini terjadi ketika:- Seorang wanita melepaskan dua sel telur dalam satu siklus ovulasi.
- Dalam rentang waktu yang sangat berdekatan (sekitar 48 jam hingga 5 hari), wanita tersebut melakukan hubungan seksual dengan dua pria berbeda.
- Masing-masing sel telur dibuahi oleh sperma dari pria yang berbeda.
Bagaimana Kasus Ini Terungkap?
Menurut Dr. Tulio Jorge Franco, dokter yang menangani kasus tersebut, ini merupakan kasus ke-20 yang terdokumentasi secara resmi di dunia. Awalnya, sang ibu melakukan tes DNA terhadap pria yang ia yakini sebagai ayah dari kedua bayinya. Namun, hasil tes menunjukkan kecocokan hanya dengan salah satu bayi.Merasa ada yang tidak sesuai, sang ibu kemudian mengingat kembali riwayat interaksinya dalam periode ovulasi tersebut. Ia pun memutuskan untuk melakukan tes DNA terhadap pria kedua. Hasilnya membenarkan dugaan medis: pria kedua tersebut adalah ayah biologis dari bayi lainnya.
Mengapa Superfekundasi Heteropaternal Sangat Jarang Terjadi?
Fenomena ini sangat jarang karena memerlukan beberapa kondisi yang harus terjadi secara bersamaan, yaitu:- Terjadinya ovulasi ganda dalam satu siklus.
- Hubungan seksual dengan dua pria berbeda dalam waktu yang sangat berdekatan.
- Kedua sel telur berhasil dibuahi dan berkembang normal hingga persalinan.
Perbedaan dengan Kembar Fraternal Biasa
Pada umumnya, kembar fraternal (dizigotik) terjadi ketika dua sel telur dibuahi oleh sperma dari pria yang sama dalam satu siklus ovulasi. Anak-anak yang lahir mungkin memiliki perbedaan fisik, namun secara genetik tetap berasal dari satu ayah dan satu ibu.Dalam kasus Superfekundasi Heteropaternal:
- Ibu sama
- Hari kelahiran hampir bersamaan
- Rahim yang sama
- Ayah berbeda
Implikasi Medis dan Hukum
Kasus seperti ini dapat menimbulkan implikasi dalam aspek:- Tes paternitas dan hak asuh
- Tanggung jawab hukum ayah biologis
- Aspek administratif seperti akta kelahiran
- Pertimbangan medis dan genetik di masa depan
Kesimpulan
Kasus di Mineiros, Brasil ini menjadi salah satu contoh nyata dari Superfekundasi Heteropaternal, fenomena medis yang sangat langka namun terbukti secara ilmiah dapat terjadi.Meskipun kedua bayi tumbuh dalam satu rahim dan lahir hampir bersamaan, secara genetik mereka memiliki ayah yang berbeda. Hingga saat ini, kasus seperti ini masih tergolong sangat jarang dengan hanya sekitar 20 kasus terdokumentasi secara resmi di dunia.
Fenomena ini menunjukkan betapa kompleks dan menakjubkannya sistem reproduksi manusia, serta pentingnya ilmu genetika dalam mengungkap fakta biologis yang tersembunyi. Sangat menarik bukan dengan kejadian ini?

0 Komentar