Ankylosing Spondylitis: Penyakit Langka yang Dapat Membuat Tulang Belakang Kaku

ankylosing-spondylitis
Foto: Mengenal penyakit Ankylosing spondylitis yang bahaya untuk kesehatan

Newsarststory.com — Ankylosing spondylitis adalah salah satu jenis penyakit radang sendi kronis yang terutama menyerang tulang belakang dan sendi sakroiliaka, yaitu area penghubung antara tulang belakang bagian bawah dengan panggul.

Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri punggung berkepanjangan, kekakuan, hingga perubahan bentuk tulang belakang apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyakit ini termasuk dalam kelompok spondyloarthritis, yaitu gangguan peradangan yang menyerang persendian dan area tempat tendon atau ligamen melekat pada tulang.

Ankylosing spondylitis dapat berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun dan sering kali muncul pada usia muda, terutama sebelum usia 45 tahun.

Apa Itu Ankylosing Spondylitis?

Ankylosing spondylitis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan sehingga menyerang jaringan tubuh sendiri, terutama bagian persendian tulang belakang.

Peradangan yang terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan tubuh membentuk jaringan tulang baru di sekitar tulang belakang. Dalam kondisi tertentu, tulang belakang dapat menjadi kaku karena beberapa ruas tulang menyatu. Proses ini dikenal sebagai ankilosis, yang menjadi asal nama penyakit ini.

Selain tulang belakang, penyakit ini juga dapat memengaruhi bagian tubuh lain seperti:
  • Sendi pinggul dan bahu
  • Mata
  • Kulit
  • Usus
  • Jantung pada kasus tertentu

Penyebab Ankylosing Spondylitis

Penyebab pasti ankylosing spondylitis belum sepenuhnya diketahui. Namun, para ahli menemukan bahwa faktor genetik memiliki peran besar dalam perkembangan penyakit ini.

Salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan ankylosing spondylitis adalah keberadaan gen HLA-B27. Banyak penderita penyakit ini memiliki gen tersebut, meskipun tidak semua orang dengan HLA-B27 akan mengalami ankylosing spondylitis.

Selain faktor genetik, beberapa faktor lain yang diduga berpengaruh antara lain:
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh
  • Faktor lingkungan tertentu
  • Riwayat keluarga dengan penyakit serupa

Gejala Ankylosing Spondylitis

Gejala ankylosing spondylitis dapat muncul secara bertahap dan berbeda pada setiap orang. Beberapa gejala yang paling umum meliputi:

1. Nyeri Punggung Kronis

Nyeri biasanya muncul pada bagian bawah punggung dan berlangsung selama beberapa bulan. Berbeda dengan nyeri akibat aktivitas fisik biasa, rasa sakit akibat ankylosing spondylitis sering memburuk saat tubuh beristirahat.

2. Kekakuan pada Pagi Hari

Penderita sering mengalami tubuh terasa kaku ketika bangun tidur. Kekakuan biasanya berlangsung lebih dari 30 menit dan dapat membaik setelah bergerak atau melakukan aktivitas ringan.

3. Nyeri pada Bokong

Peradangan pada sendi sakroiliaka dapat menyebabkan rasa sakit pada area bokong yang terkadang berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya.

4. Pergerakan Tulang Belakang Terbatas

Seiring perkembangan penyakit, penderita dapat mengalami kesulitan membungkuk atau memutar tubuh karena tulang belakang menjadi lebih kaku.

5. Peradangan Mata

Sebagian penderita mengalami uveitis, yaitu peradangan pada bagian tengah mata. Kondisi ini dapat menyebabkan mata merah, nyeri, sensitif terhadap cahaya, dan gangguan penglihatan.

Faktor Risiko Ankylosing Spondylitis

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami ankylosing spondylitis antara lain:

Faktor Genetik

Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan ankylosing spondylitis memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami kondisi yang sama.

Jenis Kelamin

Penyakit ini lebih sering ditemukan pada pria, meskipun wanita juga dapat mengalaminya.

Usia

Gejala biasanya mulai muncul pada masa remaja akhir hingga dewasa muda.

Cara Diagnosis Ankylosing Spondylitis

Diagnosis ankylosing spondylitis dilakukan melalui kombinasi pemeriksaan medis, riwayat kesehatan, dan pemeriksaan penunjang.
Beberapa metode yang dapat dilakukan meliputi:

Pemeriksaan Fisik

Dokter akan memeriksa tingkat nyeri, fleksibilitas tulang belakang, serta kemampuan pasien dalam melakukan gerakan tertentu.

Pemeriksaan Pencitraan

Foto rontgen atau MRI dapat membantu melihat adanya peradangan maupun perubahan struktur pada sendi tulang belakang.

Tes Darah

Pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk melihat tanda peradangan dan mendeteksi keberadaan gen HLA-B27.

Pengobatan Ankylosing Spondylitis

Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan ankylosing spondylitis secara permanen. Namun, berbagai terapi dapat membantu mengurangi gejala, mengendalikan peradangan, dan menjaga fungsi tubuh.

Obat Anti Inflamasi

Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) sering digunakan untuk mengurangi nyeri dan peradangan.

Terapi Biologis

Pada penderita dengan kondisi tertentu, dokter dapat memberikan obat biologis yang bekerja dengan menargetkan bagian tertentu dari sistem kekebalan tubuh.

Fisioterapi

Latihan fisik dan fisioterapi berperan penting untuk menjaga fleksibilitas tubuh, memperkuat otot, serta membantu mempertahankan postur yang baik.

Operasi

Pada kasus tertentu yang sudah menyebabkan kerusakan sendi berat, tindakan operasi mungkin diperlukan.

Tips Mengelola Ankylosing Spondylitis

Penderita ankylosing spondylitis dapat melakukan beberapa langkah untuk membantu mengendalikan kondisi, seperti:
  1. Melakukan olahraga ringan secara rutin
  2. Menjaga postur tubuh saat duduk dan berdiri
  3. Menghindari kebiasaan merokok
  4. Menjaga berat badan ideal
  5. Mengikuti rencana pengobatan dari dokter
  6. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan medis apabila mengalami:
  1. Nyeri punggung yang berlangsung lama
  2. Kekakuan tubuh yang terus berulang setiap pagi
  3. Nyeri yang membaik setelah bergerak tetapi memburuk saat istirahat
  4. Gangguan penglihatan disertai mata merah dan nyeri
  5. Riwayat keluarga dengan penyakit spondyloarthritis
Diagnosis lebih awal dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit dan menjaga kualitas hidup penderita.

Kesimpulan

Ankylosing spondylitis merupakan penyakit radang kronis yang dapat memengaruhi tulang belakang dan berbagai bagian tubuh lainnya. Meskipun belum dapat disembuhkan sepenuhnya, pengobatan yang tepat, olahraga teratur, serta pemantauan medis dapat membantu mengendalikan gejala dan mencegah komplikasi.

Memahami gejala awal ankylosing spondylitis sangat penting agar penderita dapat memperoleh penanganan lebih cepat. Dengan perawatan yang sesuai, banyak orang dengan kondisi ini tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Apa keluargamu atau kerabatmu mengalami penyakit ini?


Newsartstory.com Apps
Membaca berita lebih cepat, mudah, dan interaktif dengan aplikasi Newsartstory.com.
GET IT ON
Google Play

0 Komentar