35+ Jenis Umbi-Umbian yang Ada di Indonesia dan Dunia, Lengkap dengan Manfaatnya

jenis-jenis-umbi
Foto: 35+ jenis-jenis umbi yang perlu diketahui

Newsartstory.com — Umbi-umbian merupakan salah satu kelompok tanaman pangan yang telah lama dimanfaatkan sebagai sumber makanan. Bagian tanaman yang berada di dalam tanah biasanya menyimpan cadangan energi dalam bentuk karbohidrat, sehingga dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Di Indonesia, masyarakat lebih familiar dengan kentang, singkong, ubi jalar, talas, dan ubi kayu. Namun, ternyata terdapat banyak jenis umbi lainnya, baik yang berasal dari Indonesia maupun negara lain.

Selain menjadi sumber karbohidrat, sejumlah umbi juga mengandung serat, vitamin, mineral, serta senyawa alami yang bermanfaat sebagai bagian dari pola makan seimbang. Berikut berbagai jenis umbi-umbian yang menarik untuk diketahui.

1. Kentang

Kentang merupakan salah satu umbi yang paling populer di dunia. Umbi ini dapat diolah menjadi kentang goreng, perkedel, sup, mashed potato, hingga berbagai makanan lainnya. Kentang mengandung karbohidrat dan juga menyediakan sejumlah vitamin serta mineral, terutama jika dikonsumsi bersama kulitnya setelah dibersihkan dengan baik.

2. Singkong

Singkong atau ubi kayu merupakan tanaman pangan yang sangat mudah ditemukan di Indonesia. Umbinya dapat direbus, digoreng, dikukus, atau diolah menjadi tepung tapioka. Singkong menjadi salah satu sumber karbohidrat penting dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri.

3. Ubi Jalar

Ubi jalar memiliki berbagai varietas dengan warna daging putih, kuning, jingga, hingga ungu. Rasanya cenderung manis dan dapat dikonsumsi dengan cara direbus, dikukus, dipanggang, atau diolah menjadi berbagai makanan. Ubi jalar berwarna jingga dikenal mengandung beta-karoten, sedangkan varietas ungu memiliki pigmen antosianin.

4. Talas

Talas memiliki tekstur yang lembut setelah dimasak dan banyak digunakan dalam berbagai hidangan tradisional. Talas juga dapat diolah menjadi keripik, kue, tepung, maupun makanan ringan.
Talas harus dimasak dengan benar karena bagian mentahnya mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menyebabkan rasa gatal atau iritasi.

5. Ubi Ungu

Ubi ungu merupakan salah satu varietas ubi jalar yang memiliki warna khas. Warna ungu tersebut berasal dari pigmen antosianin.
Selain dimakan langsung, ubi ungu banyak digunakan sebagai bahan kue, roti, es krim, minuman, dan berbagai makanan modern.

6. Garut

Garut atau arrowroot merupakan tanaman penghasil umbi yang secara tradisional dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Umbinya dapat diolah menjadi tepung garut. Tepung garut kemudian digunakan dalam pembuatan kue dan berbagai olahan makanan.

7. Ganyong

Ganyong merupakan tanaman berumbi yang cukup dikenal dalam pangan tradisional Indonesia. Umbinya dapat direbus atau diolah menjadi tepung. Ganyong juga berpotensi menjadi salah satu sumber pangan alternatif karena mengandung karbohidrat.

8. Gembili

Gembili merupakan salah satu umbi lokal yang mulai jarang ditemukan dibandingkan singkong atau ubi jalar. Umbi ini dapat dikonsumsi setelah dimasak. Gembili memiliki tekstur yang khas dan dapat menjadi bagian dari diversifikasi pangan lokal.

9. Suweg

Suweg termasuk tanaman dari kelompok Amorphophallus. Umbinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan setelah melalui proses pengolahan yang tepat. Tanaman ini masih memiliki hubungan dengan kelompok tanaman yang juga mencakup porang.

10. Uwi

Uwi merupakan kelompok tanaman umbi yang terdiri dari berbagai varietas. Bentuk, warna kulit, dan warna dagingnya dapat berbeda-beda. Di sejumlah daerah, uwi masih dimanfaatkan sebagai sumber pangan tradisional.

11. Porang

Porang menjadi salah satu tanaman yang semakin dikenal karena kandungan glukomanan pada umbinya. Glukomanan dapat digunakan sebagai bahan pangan dan bahan baku berbagai produk. Porang tidak dikonsumsi secara langsung dalam kondisi mentah. Umbinya perlu diproses dengan tepat sebelum digunakan sebagai bahan pangan.

12. Gadung

Gadung merupakan umbi yang secara tradisional dapat dimanfaatkan sebagai makanan setelah melalui proses pengolahan khusus. Hal ini penting karena gadung mengandung senyawa yang dapat bersifat toksik jika tidak diproses dengan benar. Karena itu, pengolahan gadung tidak boleh dilakukan sembarangan.

13. Yam

Istilah yam digunakan untuk berbagai jenis tanaman dari kelompok Dioscorea. Tanaman ini banyak dibudidayakan dan dikonsumsi di sejumlah wilayah dunia. Jenis yam dapat memiliki bentuk dan warna daging yang berbeda-beda.

14. Bubi

Bubi merupakan salah satu jenis umbi yang dapat ditemukan dalam daftar tanaman pangan berumbi. Keberadaannya tidak sepopuler singkong, kentang, atau ubi jalar. Keragaman tanaman seperti ini menunjukkan bahwa sumber pangan berumbi sebenarnya sangat luas.

15. Keladi

Keladi masih berkerabat dengan kelompok talas dan banyak ditemukan di wilayah tropis. Umbinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan setelah dimasak dengan benar. Beberapa varietas keladi juga banyak digunakan sebagai tanaman hias.

16. Ubi Kuning

Ubi kuning memiliki daging berwarna kuning hingga jingga. Umbi ini dapat dikonsumsi dengan cara dikukus, direbus, atau digunakan sebagai bahan berbagai makanan.

17. Ubi Siam

Ubi Siam merupakan salah satu nama lokal yang digunakan untuk jenis umbi tertentu. Seperti jenis umbi lainnya, pemanfaatannya dapat berbeda-beda berdasarkan daerah dan varietas.

18. Uwi Putih

Uwi putih memiliki daging berwarna putih dan termasuk kelompok tanaman umbi yang dapat menjadi sumber karbohidrat. Umbi ini dapat dikonsumsi setelah dimasak dan berpotensi menjadi alternatif pangan lokal.

19. Mapu

Mapu termasuk salah satu nama tanaman berumbi yang tercantum dalam berbagai daftar keanekaragaman pangan. Jenis umbi lokal seperti ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber pangan alternatif.

20. Temu Kunci

Temu kunci sebenarnya lebih dikenal sebagai rimpang, bukan umbi dalam pengertian botani yang sama seperti kentang atau ubi jalar. Tanaman ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan dan bahan tradisional.

21. Kimpul

Kimpul merupakan kelompok tanaman yang masih berkaitan dengan talas. Umbinya dapat diolah menjadi makanan setelah dimasak dengan benar.

22. Bengkuang

Bengkuang merupakan tanaman yang bagian akarnya membesar dan biasa dikonsumsi dalam keadaan segar. Teksturnya renyah dan memiliki rasa sedikit manis. Bengkuang sering digunakan dalam rujak, asinan, salad, dan berbagai hidangan lainnya.

23. Lembili

Lembili merupakan salah satu tanaman umbi yang kurang populer dibandingkan komoditas utama seperti singkong dan ubi jalar. Keberadaannya menjadi bagian dari keragaman tanaman pangan lokal.

24. Arracacha

Arracacha merupakan tanaman akar yang berasal dari wilayah Amerika Selatan. Bagian akarnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan memiliki tekstur yang menyerupai kombinasi karakter umbi dan sayuran akar.

25. Maca

Maca berasal dari kawasan Andes dan dikenal sebagai tanaman akar yang telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Maca juga populer sebagai bahan dalam berbagai produk pangan dan minuman.

26. Yacon

Yacon merupakan tanaman akar dari Amerika Selatan. Berbeda dengan banyak umbi bertepung, yacon dikenal memiliki kandungan fruktooligosakarida yang menjadi salah satu karakteristiknya.

27. Taro Cina

Taro Cina merupakan salah satu jenis talas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan setelah dimasak. Talas memiliki banyak varietas dengan bentuk dan karakteristik yang berbeda.

28. Katak

Katak merupakan salah satu nama lokal tanaman berumbi yang dapat ditemukan dalam keragaman pangan. Jenis umbi lokal seperti ini penting untuk dikenali karena dapat menjadi bagian dari diversifikasi pangan.

29. Satoimo

Satoimo dikenal sebagai salah satu jenis talas yang banyak digunakan dalam masakan Jepang. Ukurannya relatif kecil dengan tekstur yang cenderung lengket setelah dimasak.

30. Tannia

Tannia merupakan tanaman umbi tropis yang masih satu kelompok dengan beberapa jenis talas. Tanaman ini dimanfaatkan sebagai bahan pangan di sejumlah wilayah.

31. Plectranthus

Plectranthus merupakan kelompok tanaman yang beberapa spesiesnya menghasilkan umbi yang dapat dimanfaatkan. Jenis ini tidak sepopuler kentang maupun singkong.

32. Tanier

Tanier merupakan tanaman umbi tropis yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan setelah dimasak dengan tepat.

33. Jicama

Jicama dikenal di Indonesia sebagai bengkuang. Umbi akar ini memiliki tekstur renyah dan kandungan air yang cukup tinggi sehingga sering dikonsumsi mentah.

34. Cara

Cara merupakan salah satu nama yang digunakan untuk kelompok tanaman umbi tertentu. Tanaman berumbi seperti ini menunjukkan betapa luasnya keragaman sumber pangan di dunia.

35. Cassava Liar

Cassava liar atau singkong liar masih berhubungan dengan kelompok tanaman singkong. Namun, tanaman liar tidak boleh langsung dianggap aman untuk dikonsumsi karena beberapa jenis dapat memiliki kandungan senyawa tertentu yang memerlukan pengolahan khusus.

Mengapa Umbi-Umbian Penting untuk Pangan?

Umbi-umbian memiliki peran penting dalam diversifikasi pangan. Ketergantungan terhadap satu jenis sumber karbohidrat dapat dikurangi dengan memanfaatkan berbagai tanaman lokal.
Selain itu, setiap jenis umbi memiliki karakteristik yang berbeda. Ada yang cocok untuk direbus, digoreng, dikukus, dijadikan tepung, hingga digunakan sebagai bahan baku industri pangan.

Beberapa jenis juga mengandung serat, vitamin, mineral, atau senyawa bioaktif. Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada jenis tanaman, jumlah konsumsi, serta cara pengolahannya.

Jangan Sembarangan Mengonsumsi Umbi

Tidak semua tanaman berumbi aman dimakan dalam kondisi mentah. Gadung, talas, singkong, dan beberapa jenis tanaman lainnya membutuhkan pengolahan yang tepat untuk mengurangi senyawa yang tidak diinginkan. Karena itu, pastikan jenis tanaman sudah diketahui dengan benar dan ikuti metode pengolahan yang sesuai sebelum mengonsumsinya.

Kesimpulan

Ada banyak sekali jenis umbi-umbian yang dapat ditemukan di Indonesia maupun berbagai belahan dunia. Mulai dari kentang, singkong, ubi jalar, talas, uwi, gembili, ganyong, suweg, porang, hingga tanaman akar seperti bengkuang dan yacon.

Keragaman tersebut menunjukkan bahwa sumber pangan tidak hanya berasal dari beras atau gandum. Berbagai tanaman umbi dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat sekaligus memperkaya pilihan pangan masyarakat. Jadi manakah umbi yang pernah kamu makan?

Catatan: Tidak semua nama pada gambar termasuk “umbi” secara botani. Beberapa merupakan akar membesar atau rimpang, tetapi secara umum sering dikelompokkan sebagai tanaman pangan bawah tanah.



0 Komentar

Seedbacklink